Senin, 12 Februari 2018

BUNGA DANI, BUNGA DARI BUNGO




        
           BUNGA DANI, BUNGA DARI BUNGO

Seperti halnya perhiasan, bunga juga sangat berkerabat dekat dengan kaum wanita. Boleh dikatakan, ketiga hal ini adalah bersaudari. Kenapa? Karena tak sedikit wanita yang merasa berbunga-bunga hatinya saat di hadiahi dengan benda bernama perhiasan. Saking indahnya bunga, maka perasaan senang dan suka, lazim diibaratkan dengan bunga-bunga.
Tak salah, baik perhiasan maupun bunga, pada dasarnya memiliki fungsi serupa, yaitu sama-sama menyenangkan hati, memanjakan mata. Terlebih bagi kaum wanita, bunga dan perhiasan bisa menjadi lambang cinta yang serius. Kenapa? Karena selain bunga, pria biasanya juga memberi perhiasan kepada wanita saat melamar atau sebagai tanda keseriusan ikatan hubungan antara mereka.
Berbicara perhiasan atau bunga memang tidak ada habisnya, tapi tahukah Anda bahwa ada “muara” yang bernama “bunga” di daerah Jambi? Lebih tepatnya sebuah Kabupaten yang bernama, Muara Bungo. Pertanyaanya, bunga apa yang banyak terdapat di muara yang dimaksud? Jawabannya adalah bunga Dani. Dikatakan bahwa bunga Dani adalah bunga yang tumbuh di sepanjang pinggir sungai di Muara Bungo. Mulanya, pada abad ke-17, bunga ini dibawa oleh para bangsawan yang datang dari Jawa Tengah, lalu ditanam di sepanjang pinggir sungai Batang Bungo. Tak lama berselang rombongan bangsawan kedua pun datang lalu menanam bunga ini disepanjang pinggir sungai Batang Tebo. Karena kedua sungai ini bertemu di satu muara, maka dinamai lah muara tersebut dengan Muara Bungo atau kabupaten Muara Bungo. Dan jadilah bunga Dani sebagai identitas sebuah Kabupaten yang ada di Jambi itu.
Unik, itulah kata yang pas untuk menggambarkan bunga Dani. Bagaimana tidak, selain bunganya yang lebat bergerombol dan harum, kelebihan bunga Dani terletak pada bunganya yang mengalami transisi perubahan warna beberapa kali dalam 2-3 hari, yaitu dari warna putih ke merah muda, dari merah muda berubah menjadi merah sempurna. Bunga dani terdiri dari 5 kelopak dengan pucuk bunganya berwarna cokelat. Selain untuk menghiasi pinggir sungai, masyarakat Bungo  memanfaatkannya sebagai lalapan di saat makan. Bunga ini juga berkhasiat bagi kesehatan tubuh, terutama dimanfaatkan untuk obat sakit perut, cacingan, demam, penyakit kulit dsb. Pun pula, bunga ini menjadi kebanggaan karena dijadikan motif untuk kain batik khas dari Kabupaten Bungo. Sepuluh Kuntum Bunga Dani Putih” juga terdapat pada lambang kota Bungo, yang melambangkan kesucian, serta 10 kuntum Bunga Dani juga dulunya sebagai lambang bulan 10, dimana di bulan ini daerah tingkat II Kabupaten Bungo Tebo diresmikan  dan menjadi simbol Kabupaten Bungo sebagai kabupaten induk.
Demikianlah bunga Dani dari Bungo, bunga khas salah satu Kabuten yang ada di Jambi. Meski tak semumpuni Sakura, atau Tulip, namun dengan keunikan dan kesederhanaannya, ia tetap anggun dan menawan serta memberi banyak manfaat. Semoga kita mampu mengambil pelajaran  dan memetik inspirasi baru dari bunga Dani, khususnya bagi rancangan-rancangan megah  #sahabatgold yang akan terus lahir kedepannya. #pesonabungaSAHABAT selalu mendukung dengan penuh cinta.

PENULIS: SUSRI YUNITA
SUMBER: kabarmelayujambi.blogspot.com












Tidak ada komentar:

Posting Komentar