Mari Tidak Bertemu Lagi oleh Yun
Seperangkat mulut tegang berlirih dusta,
"Pergimu, jasa tak tertulis di tempianku"
Huh! si Tuan tempian berdalih busuk
ternganga ia perih
Misteri ujung simpang kabarkan peristiwa
segerombolan angin sembrono di bulan oktober
menrayu-rayu jinak di daun telinga
Sentuhan tak biasanya isyaratkan pangkal kesia-siaan
jadikan arenalahirkan tanya
yang sebetulnya terserak dimana-mana
porak-porandakan semua
Aroma telah direbut oleh kabut putih bersayap manis
Inilah jasa seekor kodok
beri tanda akan alarm yang takkan pernah menyala
Oh, tunggal...
sepi, hening
meresapi pesta tawa gempita
Lampu-lampu mepesona
bak seorang tukang paksa
Memecut orang mati untuk menari
Mencemuk si bisu nyanyikan lagu-lagu
Menyeret si pediam bergeliat, berjoget di pesta malam
Menuntut si penyendiri membuka tabirdiri,
agar tak di curigai ada misteri
Memaksa si buta melihat warna hitam
di gelam malam kala lampu dipadam
Aduhai...
isyarat-isyarat terjawab
Api padam tinggal asap
sakiti mata, sesak terkena
paru-paru pengap
Aduhai, akhirnya...
Berkesudahanlah....berkesudahanlah
Jambi, 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar